Postingan

Menampilkan postingan dengan label Siroh Nabawiyah

DI RUMAH RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Gambar
  DI RUMAH RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM Oleh: Ali Usman   “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka…” (QS. Al-Ahzab: 6)   “Di rumah Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ada istri-istri yang mulia di dunia dan di akhirat. Mereka akan tetap mendampingi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga di surga kelak. Mereka juga merupakan ibu dari orang-orang yang beriman, karena itu sebutan ummul mukminin senantiasa disematkan di nama-nama mereka.” Penjelasan Ustaz Karim kepada kami remaja Masjid Ukhuwah. Ustaz Karim melanjutkan tausiahnya kepada kami. Dengan rasa penasaran yang memenuhi langit-langit Masjid Ukhuwah, aku menyimak lebih saksama lagi. “Kalian tahu, jika istri-istri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibu orang-orang yang beriman, alangkah ironisnya ketika orang-orang mukmin tidak mengenal ibu mereka sendiri. Mau kal...

AKHLAK-AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW

Gambar
AKHLAK-AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW Oleh: Irsyad Syafar 1. SHIDQU (JUJUR) Ash Shidq secara bahasa berarti jujur atau berkata benar. Orang yang jujur dan berkata benar disebut dengan shaadiq . Secara istilah, Ash shidqu adalah berkata dan bersikap dengan jujur dan benar, sesuai dengan realita dan kenyataan, dan sesuai dengan isi hati seseorang yang berkata tersebut. Lawan dari shidqu adalah kadzib (bohong). Yaitu berbicara tidak jujur, tidak sesuai kenyataan dan tidak sesuai isi hati pembicara. Kalau Anda berkata, “Saya membuat dan menjual mobil.” Dan kenyataannya memang Anda telah membuat dan menjual mobil, maka Anda telah jujur (Shiddiq). Atau Anda katakan, “Saya kemarin berjumpa si Fulan” dan memang Anda telah berjumpa dengannya kemarin, maka Anda telah berkata jujur. Sebaliknya jika kenyataannya Anda tidak ada membuat dan menjual mobil atau tidak ada berjumpa dengan si Fulan, maka Anda telah berkata bohong (tidak jujur). Ash Shidqu juga berlawanan dengan nifaq (kemunafiqan...

SERIAL XXVII SIRAH UNTUK REMAJA

Gambar
SERIAL XXVII SIRAH UNTUK REMAJA 27. PERANG BADAR Oleh: Irsyad Syafar Setelah mendapat izin berperang dari Allah Swt. dalam membela diri dari penindasan dan kezhaliman Quraisy, Rasulullah Saw. menyempurnakan posisi dan kekuatan kaum muslimin di Madinah dengan menjalin kerjasama dan perdamaiaan dengan kabilah-kabilah di sekitar Madinah. Terutama kabilah yang berada di dekat jalur perdagangan menuju Syam atau menuju Makkah. Kesepakatan damai ini adalah demi fokusnya perhatian kepada ancaman-ancaman Quraisy. Setelah itu Rasulullah Saw. juga memperkuat posisi muslimin Madinah dengan berulang kali mengirim pleton tempur ke jalur perjalanan di sekitar Madinah. Mereka adalah pasukan bersenjata dengan kekuatan personil antara 20 sampai 300 orang. Pasukan-pasukan tempur ini rutin berkeliling dan melakukan razia di jalur Makkah menuju Syam di dekat kota Madinah. Pasukan seperti ini berfungsi untuk memberikan rasa gentar kepada Quraisy dan juga kabilah-kabilah sekitar Madinah. Sehingga...

SERIAL XXVI SIRAH NABI UNTUK REMAJA

Gambar
SERIAL XXVI SIRAH NABI UNTUK REMAJA 26. ANCAMAN QURAISY DAN IZIN BERPERANG Oleh: Irsyad Syafar 1. Ancaman dari Quraisy Kaum kafir Quraisy tidak senang dengan keberhasilan hijrah Rasulullah Saw. dan para sahabatnya ke Madinah. Bertahun-tahun mereka telah menekan, mengintimidasi dan bahkan melakukan penindasan terhadap Beliau dan kaum Muslimin selama di Makkah. Tujuannya adalah satu, mengakhiri adanya agama baru ini dan terus menjaga agama berhala bangsa Arab yang berpusat di kota Makkah. Namun nyatanya sekarang kaum muslimin berhasil hijrah ke Madinah, dan bahkan mendapat tambahan pengikut baru dari Madinah. Bagi Quraisy ini merupakan sebuah kekalahan telak sekaligus ancaman serius bagi posisi mereka di jazirah Arab. Kebencian dan kemurkaan mereka terhadap kaum muslimin semakin bertambah. Sebagaimana yang mereka perbuat saat hijrah sebagian kaum muslimin ke Habasyah, maka mereka juga melakukan komunikasi rahasia dengan tokoh-tokoh penting di Madinah. Komunikasi ini tujuannya...

SERIAL XXV SIRAH NABI UNTUK REMAJA

Gambar
SERIAL XXV SIRAH NABI UNTUK REMAJA 25. MEMULAI PERADABAN BARU Oleh: Irsyad Syafar Kaum muslimin sudah berada di negeri yang aman yaitu kota Madinah. Mereka semua berada di bawah satu komando dan kepemimpinan, yaitu Rasulullah Saw. Maka sebagian besar syarat untuk membangun dan memulai sebuah peradaban baru sudah terpenuhi. Rasulullah Saw. sudah dapat menata dan meletakkan pondasi sebuah peradaban baru. Ada 3 pilar utama berdirinya peradaban Madinah ketika itu: *1. Mendirikan Masjid Nabawi* Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah Saw. di Madinah adalah membangun Masjid. Lokasinya adalah di tempat menderumnya unta Beliau ketika baru saja sampai di Madinah. Tanah tersebut adalah milik dua orang anak yatim. Keduanya berkenan menghibahkan saja tanah mereka untuk pembangunan masjid. Namun Rasulullah Saw. tidak bersedia, Beliau tetap membeli tanah tersebut senilai 10 dinar emas. Dilokasi tanah tersebut juga terdapat bekas kuburan kaum musyrikin, sisa bangunan lama yang sudah rus...

SERIAL XXIV SIRAH NABI UNTUK REMAJA

Gambar
SERIAL XXIV SIRAH NABI UNTUK REMAJA 24. SITUASI UMUM KOTA MADINAH Oleh: Irsyad Syafar Dengan izin Allah, Rasulullah Saw. dan para sahabat Muhajirin telah selamat sampai ke Madinah. Mereka ditampung dan dilindungi oleh kaum muslimin Madinah yang kemudian menjadi populer dengan sebutan kaum Anshar. Tentu saja hijrah ke Madinah ini bukan sekedar lari dari gangguan dan penindasan kafir Quraisy. Akan tetapi juga dalam rangka membangun masyarakat baru yang islami. Dan tentu tujuan itu akan terwujud jika tersedia daerah atau negeri yang aman dan masyarakat yang mendukung. Secara otomatis keberadaan Rasulullah Saw. di Madinah adalah pemimpin bagi kaum Muhajirin dan sekaligus bagi kaum Anshar. Sebab kaum anshar melalui perwakilan mereka yang 75 orang pada baiat Aqabah yang kedua, telah menyatakan janji setia dan kesiapan patuh dalam segala situasi kepada Rasulullah Saw. Namun di kota Madinah tersebut Rasulullah Saw. tidak sekedar berhadapan dengan kaum Anshar saja. Melainkan ada kau...

SERIAL XXIII SIRAH NABI UNTUK REMAJA

Gambar
SERIAL XXIII SIRAH NABI UNTUK REMAJA 23. SELAMAT DATANG DI KOTA BARU DAN RUMAH BARU Oleh: Irsyad Syafar 1. Sambutan yang sangat hangat Tepat pada hari Jum’at siang tanggal 12 Rabiul Awwal tahun ke 14 kenabian, Rasulullah Saw. memasuki kota Yatsrib. Semenjak hari itu nama kota itupun berubah menjadi Madinatur Rasul atau Kota Rasul. Itulah hari yang sangat bersejarah dan hari yang sangat berbahagia di kota Madinah. Rumah-rumah dan jalanan kota Madinah bersuka-cita menyambut kedatangan Rasulullah Saw. Lantunan tahmid dan taqdis memuji dan mengagungkan Allah Swt. menggema di sana. Pemudi-pemudi Madinah melantunkan syair yang terkenal: Bulan purnama telah muncul kepada kita Dari arah bukit Tsaniyatil Wada’ Syukur wajib kita persembahkan Atas apa yang diserukan penyeru pada Allah Wahai Rasul yang diutus kepada kami Engkau datang membawa perintah yang dipatuhi Abu Darda’ ra. menceritakan situasi kedatangan Rasulullah tersebut: “Belum pernah terlihat penduduk Madinah bergembira sep...