Postingan

LITERASI GURU 30 HARI MENULIS BUKU

Gambar
Oleh: Ali Usman Literasi guru 30 hari menulis buku merupakan cara sekolah menghadirkan semangat menulis guru yang selaras minat dan pekerjaan nya . Minat atau hobi selalu melekat pada dan dikembangkan oleh seseorang. Karena itu, ia merupakan sumber inspirasi untuk kegiatan-kegiatan produktif dan kreatif. Orang melakukannya setiap hari, bukan hanya saat di tempat kerja, kadang malah dibawa pulang (sebagai pekerjaan rumah). Karena itu, sama dengan posisi minat atau hobi, pekerjaan orang juga sangat potensial untuk dikembangkan menjadi tulisan. Sekolah-sekolah saat ini telah banyak yang melaksanakan Gerakan Literasi Sekolah (GLS), banyak guru tengah semangat menulis, baik menulis buku, best practices , atau artikel. Hingar bingarnya sudah semakin terlihat di berbagai daerah melalui kegiatan-kegiatan seminar, diklat, atau workshop menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang diselenggarakan oleh berbagai organisasi profesi guru. Menurut Much. Kho i ri , m enulis tentang minat ...

Perbedaan Best Practice dengan PTK

Kesamaan dan Perbedaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Best Practice PTK dan Best Practice, sebagai karya tulis yang banyak dikembangkan dalam pengembangan keprofesian memiliki kesamaan ciri. Kesamaannya sebagai berikut: Keduanya merupakan bentuk tulisan ilmiah yang digunakan dalam perbaikan proses pelaksanaan tugas melalui kajian ilmiah Sama-sama berlandaskan masalah yang muncul dari pengalaman melaksanakan tugas Memenuhi kaidah pengembangan karya tulis imiah (apik : asli, perlu, ilmiah, konsisten) Mengandung kebenaran ilmiah yang diperoleh dari pendekatan empiris dan logis; Keduanya dikembangkan dengan menggunakan metode ilmiah. Menggunakan etika ilmiah; etika merupakan pendekatan filosofis yang membicarakan tentang baik dan buruk, etika ilmiah sesuai deng sifat ilmu adalah menghasilkan nilai positif sehingga menghasilkan kebaikan. Sajian keduanya bersifat formal, berawal dari fenomena, merumuskan masalah yang muncul dari pelaksanaan tupoksi, menentukan tujuan, me...

Lirik Nasyid Rasulullah – Hijjaz

Lirik Nasyid Rasulullah – Hijjaz ( 1 ) Rasulullah dalam mengenangmu Kami susuli lembaran sirahmu Pahit getir pengorbananmu Membawa cahaya kebenaran Engkau taburkan pengorbananmu Untuk umatmu yang tercinta Biar terpaksa tempuh derita Cekalnya hatimu menempuh ranjaunya ( korus ) Tak terjangkau tinggi pekertimu Tidak tergambar indahnya akhlakmu Tidak terbalas segala jasamu Sesungguhnya engkau rasul mulia Tabahnya hatimu menempuh dugaan Mengajar erti kesabaran Menjulang panji kemenangan Terukir namamu di dalam Al-Quran Rasulullah kami umatmu Walau tak pernah melihat wajahmu Kami cuba mengingatimu Dan kami cuba mengamal sunnahmu Kami sambung perjuanganmu Walau kita tak pernah bersua Tapi kami tak pernah kecewa Allah dan rasul sebagai pembela ( ulang korus & 1 )

Mengenang 12 Februari

Cerita kematian Hasan al-Banna begitu memilukan hati. Betapa tidak, ia dijebak lalu ditembak. Saat itu, di awal tahun 1947, pihak kerajaan Mesir meminta agar al-Banna bersedia berunding demi mengendurkan konflik antara al-Ikhwan dan pemerintah. Al-Banna bersedia. Lalu, tepat pada 12 Februarui 1949 jam 17.00 pihak kerajaan datang menjemput al-Banna dan membawanya ke kediaman salah satu pejabat Jam’iyyah al-Syubban al-Muslimin. Al-Banna sendiri ditemani iparnya Abdul Karim Mansur. Sesampai di kediaman pejabat tersebut mereka menunggu Menteri Zaki Ali Basya yang direncanakan bakal datang mewakili pihak kerajaan. Namun, lama ditunggu, sang pengundang tak kunjung tiba. Akhirnya, setelah menunaikan shalat Isya’. Al-Banna dan sepupunya memanggil taksi untuk pulang ke rumah. Ketika naik taksi, dua orang tak dikenal tiba-tiba meuncul dan salah seorang dari mereka melepaskan beberapa tembakan ke taksi. Tujuh peluru bersarang dibadan al-Banna. Meskipun badannya terluka dan darah men...

Mengajarkan Cinta Kepada Si Buah Hati

CINTA KITA MELUKISKAN SEJARAH Seolah terdengar lagu BCL bila melihat foto Kak Hudzaifah Muhibullah, ananda tercinta dari Allah Yarham Ust. Taufik Ridho. Ditengah jahitan yang masih basah, ananda ingin melihat sang ayah untuk terakhir kalinya. Ya Allah... sungguh kisah kalian membuat iri para ayah. Bagaimana tidak, ketika sang ayah dalam kondisi sakit dengan lever yg perlu transplantasi, ananda siap untuk mengorbankan sebagian levernya untuk ayahanda tercinta, dan meninggalkan sementara kuliah di Jerman demi cintanya pada Abi yang selama ini menginspirasi kehidupannya. Sungguh kalian membuat para ayah cemburu... Dimasa yang penuh dengan krisis akhlak ini, ananda menjadi contoh, bahwa gerusan zaman tak menutup kecintaan anak kepada ayahanda tercinta, Ananda Hudzaifah siap berkorban untuk Abi, yang tengah terbaring lemah. Ini adalah ikhtiar terakhir untuk menyelamatkan abi dari sirosis yang menggerus levernya. Sungguh kalian membuat para ayah cemburu... Betapa pendidikan akhlak yan...

-Manusia Tercinta-

Tulisan Huzaifah....putra almarhum Dunia ini membeku, seperti perasaanku yang mulai membeku. Membeku karena berdiri di puncak kegelisahan. Kegelisahan demi kegelisahan terakumulasi menjadi sebuah mimpi buruk. Imajinasi itu menerobos ke dalam perasaan yang terdalam,lalu menarik diriku ke titik dasar terendah kehidupan. Seperti apa takdir itu? Aku tidak tahu. Aku hanya mempercayainya seperti aku percaya kepada 5 lainnya. Tapi ketakutan akan takdir adalah sesuatu yang manusiawi bukan? Goresan demi goresan telah aku lalui, dan saat ini adalah puncak dari segalanya. Sulit untuk mengendalikan perasaan. Bahkan mengendalikan air mata sekalipun sangat sulit untuk saat ini. Aku di beritahu oleh manusia tercinta tentang hal-hal yang luar biasa, bahkan lebih luar biasa dari imajinasi terliarku. Semua tentang persahabatan dan cinta. Kisah tentang persahabatan yang lebih berharga dari darah atau apapun, dan aku yakin itu akan berbuah kekekalan yang indah. Bagaimana tidak? Manusia itu bercerita te...

MENULIS ITU SENI

_Oleh: Much. Khoiri_ _(Dosen Unesa dan penulis buku)_ Menulis itu seni, _writing is an art_. Sebagai proses (kreasi) seni, menulis itu mengekspresikan dan mengkomunikasikan ide dengan estetis. Estetis itu indah dan memuaskan rasa manusia berkat keindahannya. Ketika menulis itu dijalani dengan menerapkan nilai-nilai estetika, hasilnya diharapkan berupa sebuah tulisan yang estetis pula--indah dan memuaskan rasa manusia. Antara proses dan hasil terdapat hubungan kausalitas. Normatifnya begitu. Jika menclek, bertanyalah pada rumput yang bergoyang. Di mana letak estetisnya proses menulis? Ia berada dalam unsur-unsur (proses) penciptaan--dan mengarah ke hasilnya. Bukan hanya pada pemilihan ide dan pengorganisasiannya, melainkan juga lebih pada penggunaan bahasa. Loh, kok bisa? Dalam menggali dan memilih ide, bagi penulis yang berjiwa seni, filter nilai estetika bermain. Orang yang berjiwa seni tinggi, dia akan "classy" (pilih-pilih) ide dari sekian ide yang berhasil digali dan...