Postingan

*☄Siapa Yang Akan Menyolatkanmu Kelak ?☄*

Ust. Abuz Zubair al-Hawariy Lc. Hafidzahullah Saudaraku..... Sudahkan engkau memilih orang-orang yang akan berdiri kelak mengisi shaf-shafmu, dibelakang jenazahmu ketika kamu disholatkan? Pertanyaan yang aneh, barangkali membingungkan, apa mungkin kita memlilih orang-orang yang menyolatkan jenazah kita? Apa mungkin kita memilih orang orang yang mendoakan kita? Adalah hal yang lazim, bahwa biasanya yang menyolatkan sesorang adalah orang yang mencintainya, teman-teman dekatnya, karib kerabat dan orang-orang yang mengenalnya. Merekalah yang lazimnya berdiri kelak di shaf, dibelakang jenazahnya ketika disholatkan. Sudahkan anda berpikir? Siapakah kelak yang menangis disisi anda ketika anda meregang nyawa, menghembuskan nafas terakhir dan mentalqinkan anda “Laa illaha ilallahu”? Sudahkah anda berpikir? Siapakah kelak yang akan memandikan jasad anda dan mekafankan tubuh anda ? Sudahkah anda berpikir? Siapakah kelak yang akan akan menyolatkan anda, mengantarkan kekuburan,...

"The Six Thinking Hats ( Enam Topi Berfikir )"

Enam Topi Berfikir adalah sebuah metode yang diciptakan oleh Edward de Bono dalam bukunya “The Six Thinking Hats” dimana Edward de Bono memperkenalkan cara berfikir yang keluar dari kebiasaan berfikir diri sendiri dan mencoba menggunakan pemikiran orang lain. Enam Topi Berfikir ini digambarkan dengan enam topi yang terdiri dari enam warna Tujuan nya adalah agar peserta didik terlatih untuk berfikir lebih luas dan memandan satu persoalan tidak hanya dari satu sudut pandang saja... Biar lebih afdol kalau kita merencanakan akan menggunakan metode ini sebaiknya kita bekerjasama dengan guru prakarya untuk memberdayakan siswa membuat kreatifitas berupa topi dengan enam warna.....bentuknya boleh seperti apa saja yng penting yang enam warna itu seragam bentuknya... Ke enam topi tersebut adalah : 1. Topi Putih, menggambarkan suatu fakta atau informasi dari realita yang ada. 2. Topi Merah, menggambarkan emosi, intuisi, firasat, naluri dan inisiatif yang timbul setelah melihat fak...

Lelah Hati Ini

Rr.Dyah P RA.Kusuma Putra Candi: Renungan pagi, semoga bermanfaat *LELAH HATI INI...* Suatu hari, seorang anak mengeluh kepada ayahnya yang sedang bekerja. _“Ayah, boleh aku bicara?”_ kata sang Anak. _"Ada apa, nak?"_  tanya sang Ayah.  Sang Ayah kemudian duduk disamping anaknya dan berkata, _"ayo ceritakan nak,  Ayah akan mendengarkan."_  _“Aku lelah, sangat lelah hati ini,  ayah..."_ _"Aku lelah karena Aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus, sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…_ _Aku mau menyontek saja!Aku lelah, sangat lelah."_ _"Aku lelah karena aku harus terus membantu Ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, _ _Aku ingin Kita punya pembantu, ayah.!"_ _"… Aku lelah, sangat lelah …"_ _"Aku lelah karena Aku harus menabung,_ _sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung… _  _Aku ingin jajan terus! …"_ _"Aku lelah,  karena...

= Doni anak Mama =

Kisah sedih penuh motivasi Siapkan Tisu-Anda pasti Nangis Bacanya “ Goblok kamu ya…” Kata Suamiku sambil melemparkan buku rapor sekolah Doni. Kulihat suamiku berdiri dari tempat duduknya dan kemudian dia menarik kuping Doni dengan keras. Doni meringis. Tak berapa lama Suamiku pergi kekamar dan keluar kembali membawa penepuk nyamuk. Dengan garang suamiku memukul Doni berkali kali dengan penepuk nyamuk itu. Penepuk nyamuk itu diarahkan kekaki, kemudian ke punggung dan terus , terus. Doni menangis “ Ampun, ayah ..ampun ayah..” Katanya dengan suara terisak isak. Wajahnya memancarkan rasa takut. Dia tidak meraung. Doni ku tegar dengan siksaan itu. Tapi matanya memandangku. Dia membutuhkan perlindunganku. Tapi aku tak sanggup karena aku tahu betul sifat suamiku. “Lihat adik adikmu. Mereka semua pintar pintar sekolah. Mereka rajin belajar. Ini kamu anak tertua malah malas dan tolol Mau jadi apa kamu nanti ?. Mau jadi beban adik adik kamu ya…he ...

11 JURUS GURU HEBAT

Prof.Dr.M.Jufri, M.Psi 1. Ubah frame berpikir anda:  pembelajaran bukan tentang bagaimana guru mengajar tapi bagaimana siswa belajar 2. Jangan hanya pelajari materi ajar tetapi pelajari pula anak didik anda,    3. Sampaikan tidak hanya dengan lisan tapi gunakan seluruh anggota tubuh untuk berkomunikasi, 4. Tunjukkan betapa mereka butuh belajar dan selalu ingatkan pentingnya belajar 5. Pastikan anda sudah mengaktifkan potensi VAK (visual, auditori, kinestetik) semua siswa 6. “Hukum durasi 20 menit” (sesuai penelitian siswa hanya mampu bertahan konsentrasi 20 menit, maka variasikan kegiatan setiap 20 menit) 7. Lakukan dialog bukan monolog, 8. Ajukan pertanyaan yang tepat kepada siswa      9. Tularkan emosi positif dan optimis di depan siswa       10. Bimbinglah anak dengan cara mereka belajarnya sendiri. Bukan anak tidak mau belajar tapi anak belum menemukan cara belajar yang sesuai untuknya. 11....

Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Ejaan Bahasa Indonesia Ejaan Bahasa Indonesia  (disingkat  EBI ) adalah ejaan  bahasa Indonesia  yang berlaku sejak tahun  2015  berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Ejaan ini menggantikan  Ejaan yang Disempurnakan . [1] Perbedaan dengan EYD Sunting Perbedaan Ejaan Bahasa Indonesia dengan Ejaan yang Disempurnakan  adalah: 1. Penambahan huruf vokal diftong. Pada EYD, huruf diftong hanya tiga yaitu ai, au, oi, sedangkan pada EBI, huruf diftong ditambah satu yaitu ei (misalnya pada kata geiser dan survei). 2. Penggunaan huruf kapital. Pada EYD tidak diatur bahwa huruf kapital digunakan untuk menulis unsur julukan, sedangkan dalam EBI, unsur julukan tidak diatur ditulis dengan awal huruf kapital. 3. Penggunaan huruf tebal. Dalam EYD, fungsi huruf tebal ada tiga, yaitu menuliskan judul buku, bab, dan semacamnya, mengkhususkan huruf, serta menulis ...

Istimewanya Penghafal Quran di Dunia

Oleh: Muhammad Iqbal Muttaqin, Mahasiswa STEI SEBI PARA penghafal Al-Qur’an adalah orang-orang pilihan, mereka lain dari pada yang lain. Karena pada hakikatnya seseorang yang menghafalkan Al-Qur’an yang di dalamnya terdapat berbagai macam pemecahan masalah. Yang dimana sumber dari segala sumber pengetahuan didunia ada didalamnya. Didalamnya terdapat kata-kata Allah yang Maha Benar, Maha Mengetahui. Sudah barang pasti para penghafal Al-Qur’an itu disebut istimewa. Seperti riset yang telah saya lakukan terhadap beberapa teman saya yang Alhamdulillah hafiz 30 juz, tentang apa perbedaan yang mereka rasakan setelah mereka hafal Al-Qur’an 30 juz. Ternyata jawaban mereka rata-rata sama, yaitu: 1. Mudah dalam memahami pelajaran 2. Tenang dalam melakukan segala hal 3. Pintar berbicara didepan public 4. Selalu diberi kemudahan oleh Allah dalam mengerjakan segala hal 5. Terbebas dari rasa takut, malu ataupun cemas Semua pernyataan diatas Memang benar adanya. Contoh...