Postingan

*Bedanya Sumbangan, Bantuan, dan Pungutan Pendidikan*

Jakarta, Kemendikbud --- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah. Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan azas gotong royong. Dalam Permendikbud tersebut, Komite Sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa Sumbangan Pendidikan, Bantuan Pendidikan, dan bukan Pungutan. Di Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Kemudian pada pasal 10 ayat (2) disebutkan bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan. Yang dimaksud dengan Bantuan Pendidikan adalah pemberi...

73 Kata Hikmah Imam Ali bin Abi Thalib as

1. Rusaknya keahlian karena pujian yang berlebihan 2. Rusaknya keberanian karena kebrutalan 3. Rusaknya kebaikan karena diungkit-ungkit 4. Rusaknya keindahan karena kesombongan 5. Rusaknya ibadah karena santai 6. Rusaknya ilmu karena lupa 7. Rusaknya kelembutan karena kebodohan 8. Rusaknya kebangsawanan karena kebanggaan 9. Rusaknya kedermawanan karena keborosan 10 . Rusaknya agama karena hawa nafsu 11 . Rusaknya ibadah karena riya’ 12 . Rusaknya akal murni karena ujub (bangga diri) 13 . Rusaknya kemurahan hati karena keangkuhan 14 . Rusaknya malu karena kelemahan 15 . Rusaknya lemah-lembut karena kerendahan akhlak 16 . Rusaknya keuletan karena kekejian 17 . Pengecut adalah kerusakan 18 . Hawa nafsu adalah kerusakan bagi akal 19 . Rusaknya iman karena kemusyrikan 20 . Rusaknya keyakinan karena keraguan 21 . Rusaknya nikmat karena pengingkaran 22 . Rusaknya ketaatan karena maksiat 23 . Rusaknya kemuliaan karena kesombongan 24 . Rusaknya kecerdikan karena tipu...

17 RAHASIA BESAR ANAK

Kepada orangtuaku tersayang… Aku ingin sekali berbagi rahasia denganmu, tentang apa yang membuatku, sebagai anak, merasa nyaman, bisa selalu tersenyum, dan bahagia menjalani hidupku. Aku harap, semua orangtua di seluruh dunia membaca ini ! 1. Ketika kau katakan padaku bahwa kau mencintaiku, aku merasa aman. 2. Ketika kau membuktikan cintamu padaku, aku tumbuh dengan percaya diri. 3. Aku merasa dicintai saat kau memberiku perhatian. 4. Ketika kau memilih tidak mengangkat telpon demi menikmati waktu bersamaku, aku merasa lebih penting dari apapun dan siapapun di dunia ini. 5. Ketika kau mengingat ha-hal kecil, seperti ukuran sepatuku, warna favoritku, hobiku, makanan kesukaanku, aku merasa berharga meski kau juga sayang pada kakak dan adik. Selalu ada beribu cara yang membuatku merasa sangat spesial. 6. Aku ingin sekali membahagiakanmu dan membuatmu bangga. Berikanlah pujian dan pengakuan padaku. Aku sangat bahagia ketika aku tau kau menyukai apa yang kulakukan. 7. Aku nyama...

50 Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, Interogatif Beserta Pengertiannya

Gambar
Oleh : Arya  Contoh Kalimat Imperatif, Deklaratif, Interogratif  – Kalimat merupakan predikat dalam pandangan aliran struktural yang dianggap sebagai unsur yang sangat penting. Menurut fungsinya, kalimat dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu kalimat imperatif, kalimat interogatif, dan kalimat deklaratif. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas lebih detail mengenai pengertian, ciri-ciri, dan contoh kalimat imperatif, deklaratif, interogratif. Berikut ini adalah penjelasannya : A. Kalimat Imperatif 500px.com Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai kalimat imperatif : Pengertian Kalimat Imperatif Kalimat imperatif merupakan kalimat yang bersifat memberi perintah atau komando. Dengan kata lain, kalimat imperatif adalah kalimat yang mengandung perintah. Kalimat ini berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang agar tidak melakukan sesuatu. Ciri – Ciri Kalimat Imperatif Ditandai dengan intonasi yang rendah pada akhir kalimat.Menggunakan partikel penega...

ASURANSI DUNIA DAN AKHIRAT

Oleh : Ustadz H. Irsyad Syafar, Lc., M.Ed Banyak sekali orang yang sangat antusias dan perhatian dalam mengamankan kehidupannya dan harta kekakayaannya dengan menggunakan asuransi. Mulai dari asuransi kesehatan, kecelakaan kerja, rawat inap, kematian, asuransi kebakaran dan gempa untuk rumah atau gedung, sampai asuransi kendaraan, dan asset berharga lainnya. Tidak jarang seseorang harus mengeluarkan biaya besar untuk semua jenis asuransi tersebut. Ada yang masih manusiawi, tapi tidak sedikit yang juga berlebihan. Padahal, seorang mukmin dapat juga mengasuransikan kehidupan dunianya sekaligus akhiratnya tanpa mengeluarkan biaya terlalu besar. Hanya dengan beberapa ibadah lisan yang ringan atau ibadah badan yang tak terlalu lama, tetapi berbuah jaminan yang sangat besar dan tak ternilai harganya. Memberikan keamanan hidup di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat kelak. Berikut beberapa asuransi dunia akhirat yang sangat mungkin dikerjakan oleh setiap mukmin: 1. Asuransi dunia akhira...

Hidangan Pembuka bagi Penduduk Neraka

Oleh : Zulfi Akmal Bila kita bertamu ke rumah orang Mesir dan Saudi (berangkali juga Arab lainnya), untuk pertama kali kita sampai di rumah, tuan rumah akan menyuguhi kita segelas jus dan makanan ringan atau cemilan berupa buah-buahan yang sudah dipotong, siap untuk dimakan. Hidangan ini disebut dalam bahasa Arab dengan "nuzul" (نزل) Selanjutnya kita akan diajak cerita hilir mudik kian ke mari. Bisa jadi berjam-jam, sesuai tingkat keakraban. Setelah berlalu waktu cukup lama barulah datang makan besar. Lauk yang biasa disajikan adalah daging, ayam atau ikan dengan porsi super jumbo. Ada sayur-sayuran (salatah) dan kuah atau sop (syurbah).  Di saat menyantap makanan akan banyak sekali basa-basi untuk memanjakan tamu. Bahkan bila kita bertamu kepada orang yang sudah kita kenal baik, sekali-sekali dia akan menyuapkan makanan ke mulut tamu. Itu bukan hal yang tabu bagi mereka. Terakhir, setelah makan besar selesai kita akan disuguhkan makanan penutup berupa manisan...

Cara Bijak Memarahi Anak (2)

Cara Memarahi Anak (Bag 2) Lanjutan dari cara memarahi anak part 1 Jangan Cela Dirinya, Cukup Perilakunya Saja. Suatu saat, kira-kira jam setengah dua dini hari seorang anak saya bangun dari tidurnya. Ia kemudian beranjak dan mengajak adiknya yang masih bayi bercanda, padahal adiknya baru saja tertidur. Sebagaimana ibunya, saya juga sempat emosi. Hampir-hampir saya tidak dapat mengendalikan emosi, tetapi saya segera tersadar bahwa yang dilakukan oleh anak saya merupakan cerminan dari rasa sayangnya kepada adik. Nah, apa yang terjadi jika saya mencela anak saya? Apalagi kalau saya memelototi dan menghardiknya keras-keras, iktikad baik itu bisa berubah menjadi kemarahan sehingga anak justru mengembangkan permusuhan kepada adiknya. Ia bisa belajar membenci adiknya. Apa yang saya ceritakan hanyalah sekedar contoh. Tidak jarang anak menampakkan perilaku "negatif", padahal ia tidak bermaksud demikian. Suatu ketika, pulang dari play-group anak saya berkata, "Bapak kura...